Hello... welcome to my blog.
Perkenalkan nama saya Nadya Pambudianing Savira, biasa dipanggil Nadya atau Nadya PS. Saya lahir dari rahim seorang ibu bernama Aries Ekowati di Kota Pekalongan pada tanggal 22 Mei 1997. Ayah saya bernama Ragil Pambudi. Saya mempunyai seorang adik bernama Ainasyifa Puspita Azzahra yang sekarang sedang duduk dibangku SMP N 1 Pekalongan. Kami berbeda usia 6 tahun. Saya dan keluarga merupakan orang asli Pekalongan. Kami tinggal di Jalan Kusuma Bangsa Gang 1 C Nomor 30 RT.05 RW.V Kandang Panjang, Pekalongan Utara, Jawa Tengah 51142. Kedua orang tua saya telah mendidik dan membesarkan saya hingga saat ini saya berusia 19 tahun. Selama 19 tahun saya mempunyai banyak pengalaman yang manis, pahit, senang, sedih, suka, maupun duka. Saya mulai bersekolah diusia 4 tahun, disebuah taman kanak-kanak yaitu TK Kusuma Bangsa. Letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Dua tahun saya berada dibangku TK. Kemudian saya melanjutkan di SD Negeri Panjang Wetan 01 Pekalongan selama 6 tahun. Setelah lulus SD, saya bersama 4 orang sahabat dan hampir separuh teman SD melanjutkan ke SMP Negeri 2 Pekalongan. Dibangku SMP inilah yang paling berkesan dan paling menyenangkan, karena saya bisa bersekolah disekolah yang diidam-idamkan. Setelah lulus SMP saya melanjutkan di SMA Negeri 2 Pekalongan, sekolah yang sebenarnya tidak saya inginkan. Dibangku SMA saya mengikuti kegiatan paskibra yang disekolah saya bernama PASSUSDA. Singkat cerita, saya tidak menyangka, saya bisa terpilih menjadi Paskibra Kota Pekalongan Tahun 2013. Ini merupakan kebanggaan bagi saya dan kedua orang tua saya. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti pemilihan paskibra, saya menjadi salah satu siswa perempuan yang terpilih. Anggotanya berjumlah 67 orang yang terdiri dari 25 perempuan dan 42 laki-laki. Kemudian setelah lulus SMA, sebenarnya saya ingin masuk perguruan tinggi kedinasan yaitu IPDN, tapi saya gagal saat tes. Saya masuk UNIKAL awalnya terpaksa, karena selain perguruan tinggi kedinasan saya ingin melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor dengan program studi Fisika. Tapi karena tidak boleh orang tua sekolah diluar kota selain sekolah kedinasan akhirnya saya masuk UNIKAL. Program studi manajemen yang saya ambil juga sebenarnya tidak nyambung dengan jurusan saya saat SMA yaitu IPA. Tapi saya meyakinkan diri bahwa diprodi manajemen saya bisa menjadi orang sukses. Saya yakin apa yang saya inginkan belum tentu baik untuk saya. Bagi saya untuk bisa menjadi orang sukses harus berani keluar dari zona nyaman agar dapat menghasilkan potensi yang lebih besar. Jadi saya ikuti saja skenario dari Allah. Karena almamater tidak menjamin kesuksesan seseorang kecuali diri sendiri.
Perkenalkan nama saya Nadya Pambudianing Savira, biasa dipanggil Nadya atau Nadya PS. Saya lahir dari rahim seorang ibu bernama Aries Ekowati di Kota Pekalongan pada tanggal 22 Mei 1997. Ayah saya bernama Ragil Pambudi. Saya mempunyai seorang adik bernama Ainasyifa Puspita Azzahra yang sekarang sedang duduk dibangku SMP N 1 Pekalongan. Kami berbeda usia 6 tahun. Saya dan keluarga merupakan orang asli Pekalongan. Kami tinggal di Jalan Kusuma Bangsa Gang 1 C Nomor 30 RT.05 RW.V Kandang Panjang, Pekalongan Utara, Jawa Tengah 51142. Kedua orang tua saya telah mendidik dan membesarkan saya hingga saat ini saya berusia 19 tahun. Selama 19 tahun saya mempunyai banyak pengalaman yang manis, pahit, senang, sedih, suka, maupun duka. Saya mulai bersekolah diusia 4 tahun, disebuah taman kanak-kanak yaitu TK Kusuma Bangsa. Letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Dua tahun saya berada dibangku TK. Kemudian saya melanjutkan di SD Negeri Panjang Wetan 01 Pekalongan selama 6 tahun. Setelah lulus SD, saya bersama 4 orang sahabat dan hampir separuh teman SD melanjutkan ke SMP Negeri 2 Pekalongan. Dibangku SMP inilah yang paling berkesan dan paling menyenangkan, karena saya bisa bersekolah disekolah yang diidam-idamkan. Setelah lulus SMP saya melanjutkan di SMA Negeri 2 Pekalongan, sekolah yang sebenarnya tidak saya inginkan. Dibangku SMA saya mengikuti kegiatan paskibra yang disekolah saya bernama PASSUSDA. Singkat cerita, saya tidak menyangka, saya bisa terpilih menjadi Paskibra Kota Pekalongan Tahun 2013. Ini merupakan kebanggaan bagi saya dan kedua orang tua saya. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti pemilihan paskibra, saya menjadi salah satu siswa perempuan yang terpilih. Anggotanya berjumlah 67 orang yang terdiri dari 25 perempuan dan 42 laki-laki. Kemudian setelah lulus SMA, sebenarnya saya ingin masuk perguruan tinggi kedinasan yaitu IPDN, tapi saya gagal saat tes. Saya masuk UNIKAL awalnya terpaksa, karena selain perguruan tinggi kedinasan saya ingin melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor dengan program studi Fisika. Tapi karena tidak boleh orang tua sekolah diluar kota selain sekolah kedinasan akhirnya saya masuk UNIKAL. Program studi manajemen yang saya ambil juga sebenarnya tidak nyambung dengan jurusan saya saat SMA yaitu IPA. Tapi saya meyakinkan diri bahwa diprodi manajemen saya bisa menjadi orang sukses. Saya yakin apa yang saya inginkan belum tentu baik untuk saya. Bagi saya untuk bisa menjadi orang sukses harus berani keluar dari zona nyaman agar dapat menghasilkan potensi yang lebih besar. Jadi saya ikuti saja skenario dari Allah. Karena almamater tidak menjamin kesuksesan seseorang kecuali diri sendiri.
Itu saja yang bisa saya ceritakan disini. Jika teman-teman ingin mengenal saya lebih dekat silahkan add facebook saya atau follow twitter saya. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar